Posts

Showing posts from March, 2022

Burung Bangau yang Angkuh

Image
Suatu pagi yang indah, seekor burung bangau sedang berdiri dipinggiran sungai. Ia melihat ke sungai dan melihat ikan-ikan yang berenang dipinggiran sungai. Saat itu, ia berkata dengan angkuh. “Aku tidak ingin memakan ikan-ikan yang kecil pagi ini. Ikan yang kecil tidak pantas untukku, seekor bangau yang anggun. Saat ikan-ikan kecil lewat, Bangau tidak mau mengambilnya. Ia menunggu hingga ikan-ikan yang lebih besar berenang di pinggiran sungai. Hingga akhirnya, seekor ikan besar lewat. Namun, bukannya mengambil, ia justru kembali berkata. “Aku tidak mau makan ikan sebesar itu. Itu terlalu besar untukku.” Hingga akhirnya, Bangau menunggu lagi disana. Matahari mulai naik dan hari sudah mulai panas. Air menyurut dan para ikan berenang ke tengah sungai. Bangau berusaha mengejar mereka, tapi ia tidak bisa berenang ke tengah sungai. Akhirnya, ia hanya bisa memakan siput-siput yang tertinggal di pinggiran sungai dan sama sekali tidak mendapatkan ikan.

Ayam Jantan Cerdik dan Rubah yang Licik

Image
Suatu pagi yang indah, Ayam Jantan bangun dan berkokok di atas sarangnya. Ia mengangkat sayapnya untuk merasakan udara pagi yang segar. Saat itu, ia melihat ada Rubah di bawah sarangnya. “Hai, Ayam Jantan. Tahukah kamu berita gembira hari ini?” kata Rubah. “Apa?” tanya Ayam Jantan, sedikit waswas. “Berita bahwa keluargaku dan keluargamu telah mengadakan kesepakatan untuk saling berdamai dan memulai persahabatan. Sekarang turunlah dari sarangmu dan mari berpelukan untuk merayakan berita gembira ini,” kata Rubah. Ayam Jantan berpikir sejenak. Ia tidak berani bertindak gegabah. Ayam Jantan lalu melihat ke belakang Rubah. “Apa yang kau lihat Ayam Jantan?” tanya Rubah. “Aku menunggu kedatangan Anjing. Kurasa ia telah mendengar kabar gembira ini,” kata Ayam Jantan. Mendengar itu, Rubah langsung berlari ketakutan dan menjauh dari Ayam Jantan.

Ayah, Anak, dan Seekor Keledai

Image
Pada suatu hari ada seorang ayah, anak dan seekor keledai. Sang ayah bernama juha itu ingin memberikan pelajaran kehidupan yang berharga kepada anaknya di dalam perjalanannya. Dia menunggangi seekor keledai dan menyuruh Sang anak berjalan dibelakangnya. Ketika baru berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian wanita yang menyoraki juha, "Kok, kamu yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan di belakang?" Mendengar itu, Juha pun turun dan menyuruh anaknya yang naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang tua sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata "Mengapa kamu berjalan kaki, kamu kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda kau biarkan naik keledai itu?" "Apakah kamu mendengar perkataan mereka, Nak? Kalau begitu mari kita naiki keledai ini sama-sama." kata Juha kepada anaknya. Lalu mereka pun bersama menunggangi keledai itu. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang....

Asal Mula Rumah Siput

Image
Dahulu kala, siput tidak membawa rumahnya kemana-mana. Pertama kali siput tinggal di sarang burung yang sudah ditinggalkan induk burung di atas pohon. Malam terasa hangat dan siang terasa sejuk karena daun-daun pohon merintangi sinar matahari yang jatuh tepat ke sarang tempat siput tinggal. Tetapi ketika musim hujan datang, daun-daun itu tidak bisa lagi menghalangi air hujan yang jatuh. Siput menjadi basah dan kedinginan terkena air hujan. Kemudian siput pindah ke dalam lubang yang ada di batang pohon, Jika hari panas, siput terlindung dengan baik, bahkan jika hujan turun, siput tidak akan basah dan kedinginan. Sepertinya aku menemukan rumah yang cocok untukku, gumam siput dalam hati. Tetapi di suatu hari yang cerah, datanglah burung pelatuk. Tok..tok…tok…burung pelatuk terus mematuk batang pohon tempat rumah siput, siput menjadi terganggu dan tidak bisa tidur. Dengan hati jengkel, siput turun dari lubang batang pohon dan mencari tempat tinggal selanjutnya. Siput menemukan sebuah luban...