Cara Membaca Karakter Seseorang

Observasi Bahasa Tubuh
Riset telah membuktikan bahwa komunikasi verbal hanyalah bagian kecil dari komunikasi kita. Di sisi lain, bahasa tubuh dan nada suara menjadi bagian aspek terbesarnya. Pada bagian ini saya menggunakan buku How To Read A Person Like A Book dari Gerald I. Nierenberg dan Henry H. Calero (1973) sebagai referensi.
Kunci dari teknik ini adalah menghindari menjadi terlalu analitik atau intens. Bersantai, rileks, dan amati saja subjekmu. Penting juga untuk mengamati bahasa tubuh sebagai kesatuan, bukan sebagai gerakan individual
– Memperhatikan Penampilan
Sebagai kesan pertama, lihatlah penampilan mereka. Kamu bisa memulai dari kerapihan, jenis, dan gaya berpakaian.
Apakah dia mengenakan pakaian yang rapi dan bersih?
Apakah dia mengenakan baju yang terkesan santai dan casual?
Apakah dia mengenakan pakaian/aksesoris yang menunjukkan religiusitasnya?
Kesan pertama seseorang tidak selalu mencerminkan realita, tapi hal tersebut memang wajar. Setidaknya kamu mendapatkan gambaran kasar mengenai karakter orang tersebut.
– Melihat Postur Tubuh
Ketika membaca postur seseorang, lihatlah ciri-ciri saat mereka berjalan, duduk dan berbicara.
Apakah mereka berjalan sambil membusungkan dadanya ke depan? Hal ini menandakan kepercayaan diri dan ego yang besar.
Atau mungkin mereka berjalan dengan menatap lantai dan tidak berani melihat mata lawan bicara? Hal ini menunjukkan kepercayaan diri yang rendah.
Apakah mereka berjalan dengan pelan, tangan di saku, kepala melihat ke bawah dan hanya melihat kedepan untuk memperhatikan arah jalan? Postur “The Dejected Walker” menandakan kalau orang tersebut kritis dan menyimpan rahasia.
Masih ada banyak sekali postur tubuh yang menandakan antusiasme dan karakter seseorang. Sesuai dengan situasi dan konteks munculnya postur dari seseorang, maka maknanya juga bisa berubah mengikutinya.
– Mengamati Gerakan Tubuh
Gerakan tubuhmu bisa menunjukkan suasana hati, kedekatanmu dengan orang lain, dan isi pikiranmu. Berikut beberapa gerakan tubuh dan artinya:
Jarak. Secara umum, kita akan condong kepada seseorang yang kita sukai atau membuat kita nyaman. Kita juga cenderung condong kedepan apabila berada dalam situasi yang kita sukai.
Menyilangkan tangan. Nah, ini sebuah bahasa tubuh yang sering digunakan. Pose ini menunjukkan kalau orang tersebut sedang menjaga diri, marah, dan defensif.
Menyembunyikan tangan. Seseorang meletakkan tangan mereka di belakang pundak, didalam saku, atau di antara paha mereka menunjukkan kalau mereka sedang menyembunyikan sesuatu.
Menggigit bibir. Dalam konteks formal, gerakan menggigit bibir mengindikasikan kalau orang tersebut sedang tertekan atau berada dalam situasi yang tidak nyaman. Pada konteks dan lokasi tertentu (Amerika contohnya), gerakan ini menandakan kalau orang itu sedang menggoda lawan bicara.
Penting untuk mengetahui budaya, asal, dan kebiasaan seseorang sebelum kamu bisa 100% yakin. Ada konsep yang menuduh seseorang yang selalu menggerakkan kakinya (fidgeting) memiliki gangguan kecemasan.
Sayangnya, menggerakkan kaki juga bisa diterjemahkan sebagai upaya agar tidak tertidur, kebiasaan unik orang tersebut, antusiasme, dan lain-lainnya.
– Interpretasi Ekspresi Wajah
Emosi bisa dengan mudah terlihat di wajah kita. Hal ini merupakan sesuatu yang hadir secara universal pada setiap manusia. Elfenbein dan Ambady (2002a) menemukan bahwa dalam 75 studi, terdapat raut wajah bahagia, sedih, kaget, kecewa, marah, jijik, dan takut muncul secara spontan.
Ada juga ekspresi wajah yang muncul dalam situasi tertentu. Seperti wajah ”poker face” atau wajah datar yang dibuat untuk menyembunyikan ekspresi dan emosi seseorang.
Apabila kamu lebih tertarik dengan interpretasi yang rumit, cobalah membaca interpretasi senyum. Sebuah senyum memiliki banyak variabel dan bisa dipakai untuk situasi apapun.
Salah satu contoh dari banyaknya jenis dan interpretasi senyum adalah senyuman palsu. Iyup, senyum palsu bisa diidentifikasi kok. Biasanya, senyum yang palsu itu cepat hilang dari wajah orang.
Jadi cuma senyum sebentar, terus datar lagi wajahnya.
Kalau, kamu ingin menjadi lebih jago mengidentifikasi berbagai tipe senyum coba mampir ke website ini atau membaca review jurnal mengenai senyum.
Mendengarkan Intuisi
Oke, Intuisi mungkin merupakan bagian observasi yang terdengar sedikit aneh. Pasalnya, hal tersebut tidak selalu berdasarkan terkadang bisa tepat atau sebaliknya. Umumnya, seseorang yang sering menangani klien (psikolog, konsultan, dll) memiliki intuisi yang lebih tajam. Hal ini dikarenakan pengalaman dan jam terbang tinggi dalam menghadapi klien akan mempertajam intuisi.
– Merasakan Empati Intuitif
Empati adalah usaha mental yang dilakukan secara sadar dalam rangka memperjelas pengalaman seseorang yang ekspresinya kurang jelas melalui interpretasi halus dari ceritanya (Dohrenwend, 2018).
Setelah memperjelas cerita dari teman/pasien, terkadan kamu akan merasakan manifestasi dari empatimu pada tubuhmu. Fenomena bisa terjadi karena intensitas empati yang tinggi.
Tanyakanlah dirimu pertanyaan ini saat observasi:
Apakah punggung/leherku tiba-tiba sakit, meskipun tadi biasa saja?
Apakah aku merasa sedih atau galau karena acara yang mengecewakan tadi?
Merasakan Emosi/Suasana
– Memperhatikan Mata dan Gerak-Geriknya
Mata merupakan jendela kedalam jiwa seseorang. Seorang psikolog yang sering berinteraksi dengan kliennya bisa dengan menentukan kondisi kliennya. (Peduli, kejam, marah, menyembunyikan sesuatu, dll)
Kita juga bisa mengetahui pikiran seseorang melalui tatapan mata. Mayoritas orang yang sedang berpikir akan melihat keatas.
Seseorang yang mempertahankan kontak mata bisa dikatakan lebih berani dan percaya diri. Di sisi sebaliknya, seseorang yang menghindari kontak mata bisa diasumsikan sebagai pemalu atau tidak percaya diri.
– Mendengarkan Nada dan Intonasi Saat Berbicara
Nada dan Intonasi mampu menjadi petunjuk terbesar terhadap reaksi seseorang. Banyak dari kita bisa membedakan intonasi seseorang yang tegas dan marah.
Kamu bisa mendeteksi hal itu dengan mudah menggunakan pertanyaan ini:
Apakah intonasi dan nada dia sesuai dengan situasi saat itu?
Untuk latihan soal kecil, coba jawab contoh ini:
Kamu beserta teman-temanmu lagi bercanda, selagi semua orang tertawa terbahak-bahak ada seseorang yang terdengar kurang nyaman. Dia tidak bisa tertawa dengan lepas, bahkan Ia raut wajahnya seperti sedang ketakutan.
Menurutmu, apakah intonasi dan nada tertawanya sesuai dengan situasi itu? Ataukah ada topik yang mengganggunya/membuat dia tidak nyaman.
Comments
Post a Comment