Tips Ternak Ikan Kerapu


1. Memilih jenis ikan kerapu

Langkah pertama dalam melakukan budidaya ikan kerapu yang perlu kamu lakukan adalah dengan memilih jenis ikan kerapu yang sesuai dengan target atau tujuan yang kamu inginkan dari budidaya yang kamu lakukan. Ada beberapa jenis ikan kerapu yang dapat kamu budidayakan, di antaranya adalah kerapu tikus atau kerapu bebek, kerapu pasir, kerapu macan, kerapu lumpur, kerapu sunu dan kerapu kertang serta kerapu hibrida seperti kerapu cantik (persilangan kerapu macan dan tikus), kerapu cantang (persilangan kerapu macan dan kertang), dan kerapu sirtang (persilangan kerapu pasir dan cantang). Setiap ikan kerapu memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda. Dari jenis-jenis ikan kerapu yang dijadikan budidaya di atas, kerapu cantang dan kerapu cantik adalah jenis kerapu yang paling dominan. Hal tersebut disebabkan karena keduanya memiliki masa budidaya yang relatif pendek, sehingga dirasa lebih menguntungkan bagi pembudidaya ikan kerapu.

2. Melakukan investasi

Investasi yang kita maksud di sini adalah membeli peralatan dan benih yang kita perlukan untuk melakukan budidaya ikan kerapu, atau dengan kata lain modal yang kita perlukan untuk melakukan budidaya ikan kerapu. Buat kamu yang ingin berbudidaya ikan kerapu di keramba jaring apung, maka tentu saja perlu membuat keramba jaring apung beserta rumah jaga dan tempat berlindung untuk penjaga keramba jaring apung. Selain itu, rumah jaga juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan operasional budidaya ikan kerapu.

Selain masalah di atas, kamu juga perlu mempersiapkan modal untuk biaya operasional budidaya ikan kerapu. Kedua, merupakan biaya variabel yang terdiri dari biaya operasional budidaya. Biaya operasional itu meliputi biaya pakan, biaya bayar penjaga kalau kamu merekrut pekerja, biaya panen, dan lain sebagainya. Kurang lebih kamu perlu memerlukan uang sejumlah sepuluh sampai enam puluh juta tergantung apakah kamu memiliki lahan atau tidak, bekerja sendiri atau tidak dan seterusnya. Apabila kamu ingin memiliki pakan sendiri, maka kamu juga bisa melakukan budidaya pakan ikan, seperti misalnya melakukan budidaya cacing sutra di kolam terpal, atau budidaya cacing sutra tanpa lumpur. Tentu saja jenis yang kamu budidayakan juga harus sesuai dengan jenis pakan yang diinginkan oleh ikan kerapu.

3. Memilih induk ikan

Langkah budidaya berikutnya adalah dengan memilih induk ikan kerapu yang akan kamu budidayakan. Induk ikan kerapu yang dipijahkan dipelihara di laut dengan kurungan apung dengan padat penebaran induk sekitar 7,5 – 10 kg/m 3. Untuk merawat induk ini, kamu bisa memberikan pakan berupa ikan rucah segar yang memiliki kadar lemak rendah. Di luar masa pemijahan ikan, pada umumnya takaran pakan yang diberikan sebesar 3-5% dari total berat badan ikan per hari, sedangkan ketika musim pemijahan tiba, diturunkan menjadi 1% di samping itu diberikan pula vitamin E dengan dosis 10-15 mg per ekor dalam seminggu. Jangan lupa untuk mengetahui mana yang jantan dan mana yang betina, seperti misalnya ketika beternak lele, kita perlu tahu perbedaan ikan lele jantan dan betina untuk memilah mana lele yang jantan dan mana lele yang betina.

4. Proses pemijahan

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika pemijahan tiba. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Memindahkan induk kerapu dipindahkan ke bak pemijahan yang sebelumnya telah diisi air laut bersih dengan tinggi air kurang lebih 1,5 meter dengan salinitas + 32%.
Menaikkan dan menurunkan permukaan atau tinggi air setiap hari dari dimulai kurang lebih jam 09.00 sampai jam 14.00 permukaan air diturunkan sampai kedalaman 40 cm dari dasar bak.
Setelah melewati jam dua siang, permukaan air dikembalikan ke posisi semula yaitu satu setengah meter.
Lakukan perlakukan di atas sampai induk memijah secara alamiah.
Setelah pemijahan selesai, telur bisa dipindahkan pada bak khusus pemijahan ikan kerapu.

5. Proses penetasan ikan kerapu

Setelah proses pemijahan selesai, maka proses selanjutnya adalah proses perawatan dan penetasan ikan kerapu dari telur yang didapatkan dari proses pemijahan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam proses ini, antara lain adalah sebagai berikut.

Menyediakan bak penetasan telur yang juga sekaligus sebagai bak pemeliharaan larva dengan bahan beton berukuran kurang lebih 4 x 1 x 1 meter.
Sebelum bak digunakan, tiga hari sebelumnya dilakukan sterilisasi, yaitu pembersihan dan pencucian dari hama dengan memakai larutan klorindengan kadar 50-100 ppm.
Setelah diberi korin, bak dinetralkan dengan larutan natrium thiosulfat sampai bau klorin hilang.
Satu hari sebelum telur dimasukkan ke dalam bak, air laut dengan kadar garam 32% dimasukkan dalam bak untuk menstabilkan suhu bak antara27 – 28 celsius.
Telur hasil pemijahan yang sudah dibuahi (mengapung di permukaan air dan berwarna jernih) dikumpulkan dengan sistem air mengalir.
Sebelum telur ditetaskan perlu direndam dalam larutan 1 – 5 ppm acriflavin untuk mencegah serangan bakteri.

6. Proses pemeliharaan larva ikan kerapu

Setelah telur menetas, maka yang akan muncul adalah larva ikan kerapu yang butuh untuk dirawat agar dapat tumbuh besar dengan sempurna. Langkah-langkah untuk memelihara larva ikan kerapu adalah sebagai berikut.

Sampai hari kedua setelah telur menetas, tidak perlu diberikan makanan tambahan karena larva kerapu yang baru menetas memiliki cadangan makanan berupa kuning telur.
Setelah umur tiga hari dari penetasannya, perlu diberikan asupan makanan dari luar berupa rotifera brachionus plicatilis dengan kepadatan 1 – 3 ekor per mililiter dan juga Phytoplankton chlorella sp dengan kepadatan antara 5.10 – 10 sel per mililiter sampai umur enam belas hari dengan penambahan secara bertahap dengan kepadatan lima sampai sepuluh ekor per mililiter.

Saat mencapai hari kesembilan, diberi pakan tambahan berupa Naupli artemia yang baru menetas dengan kepadatan sekitar 0,25 – 0,75 ekor per mililiter media hingga larva berumur dua puluh lima hari dengan peningkatan kepadatan mencapai dua sampai lima ekor per mililiter per media.
Pada hari ketujuh belas larva juga dapat diberi pakan Artemia yang telah berumur 1 hari, kemudian secara bertahap diubah menjadi Artemia setengah dewasa dan akhirnya dewasa sampai larva berumur 50 hari.

Setelah larva mulai beralih bentuk menjadi benih ikan kerapu, maka pemberian pakan dapat berganti menjadi cincangan daging ikan yang lebih kecil.
Selain beberapa informasi diatas, berikut ini kami berikan informasi jitu tentang bagaimana budidaya ikan kerapu yang mudah dan menghasilkan lewat video agar memudahkan anda yang masih pemula dalam membudidayakan ikan kerapu.

Itulah beberapa langkah dan proses untuk melakukan budidaya ikan kerapu. Selain beberapa hal di atas, kamu juga perlu memerhatikan hal lain seperti misalnya kondisi perairan, masalah hama atau hewan dan tanaman pengganggu, dan lain sebagainya. Semoga dengan melakukan budidaya ikan kerapu di atas, kamu dapat mendapatkan keuntungan yang besar dan cukup untuk mencapai tujuan hidupmu ya. Selamat membudidayakan ikan kerapu!

Comments

Popular posts from this blog

Umpan Lele Pakai Udang Kupas

Tipu Daya Tupai yang Menjadi Raja

Burung Bangau yang Angkuh